Jangan Menyesali Keputusan. Toh, Pindah Jurusan Bukan Berarti Masa Depanmu Berantakan

Kenyataan biasanya tak berjalan cocok harapan. Setelahnya, anda akan dihadapkan pada dua pilihan; sekadar menerima atau berjuang untuk mengubahnya.

Soal menilai jurusan kuliah dapat jadi pernah menempatkanmu dalam posisi ini. Lantaran sekian banyak alasan, anda “terpaksa” kuliah di jurusan yang tak sesuai kemauan dan bakat yang anda miliki. Menjalani kuliah dengan separuh hati, kepalamu laksana mengulang-ulang pertanyaan yang sama masing-masing hari,

“Apakah aku mesti bertahan di sini, atau lebih baik segera pindah jurusan demi menghidupi mimpi?”

Memilih pindah jurusan bukan kesalahan. Buat apa bertahan andai kamu merasa tak punya destinasi di masa depan?

Lantaran tak lulus seleksi, harapanmu guna kuliah di jurusan khayalan ternyata mesti pupus. Akhirnya, anda pun “terpaksa” kuliah di jurusan beda yang sebetulnya tak terlalu anda suka. Mengeluh telah jadi kebiasaanmu sehari-hari, malas pergi ke kampus, hingga tak mau mengerjakan tugas juga sering anda alami.

“Alih-alih punya bayang-bayang tentang masa depan, sehari-harinya anda menjalani hidupmu dengan bimbang.”

Jika akhirnya anda mantap memilih pindah jurusan, tidak boleh sekali-kali menyesali keputusanmu. Pindah jurusan bukan kesalahan. Mantap memilih pindah dapat jadi jauh lebih baik daripada memilih bertahan namun tak punya destinasi di masa depan.

Pindah jurusan memang bukan perkara sederhana. Keputusan ini dapat jadi mengubah tidak sedikit hal dibaliknya.

Pindah jurusan jelas bukan perkara sepele. Berpindah dari jurusan yang lama ke jurusan yang baru tentulah mengakibatkan sekian banyak perubahan dalam hidupmu. Kamu mesti menyesuaikan diri dengan sekian banyak hal baru; teman, dosen, lingkungan, sistem perkuliahan, hingga teknik belajar.

Jika jurusan impianmu terdapat di kampus beda atau bahkan di kota lain, anda pun mesti siap menerima konsekuensianya. Mungkin, anda harus beralih tempat kos atau pergi merantau dan mengawali hidup yang baru demi jurusan impianmu.

Meski merasa tidak sedikit waktu dan tenaga laksana terbuang sia-sia, yakinlah keputusanmu kali ini bukan dosa!

Memulai pulang perjuangan bukannya tanpa pengorbanan. Jika dihitung, tentu tidak sedikit waktu, tenaga, bahkan ongkos yang kelihatannya terbuang sia-sia. Saat teman-teman di jurusan yang lama telah sampai di semester 3, pindah jurusan membuatmu mengulang di semester 1. Kelak ketika mereka diwisuda, anda pun baru dapat menyusul menggunakan toga satu tahun setelahnya. Di samping waktu, ada ongkos dan tenaga yang rasa-rasanya terbuang begitu saja.

Ada kalanya anda akan meremang mempertanyakan; apakah pilihanku tepat, ataukah lebih baik andai dulu aku bertahan?

Ketika ingatanmu terbang ke Casinoroyal7 masa lalu, kamu ingin akan menghitung untung dan rugi dari keputusan yang sudah anda ambil. Kenyataan bahwa tidak sedikit hal yang telah dikorbankan menciptakan pikiranmu sibuk menganalisa dan mempertanyakan tidak sedikit hal.

Di titik ini, anda mulai meragukan dirimu sendiri. Ada rasa fobia kalau-kalau keputusan yang sudah dipungut justru keliru. Semakin dihantui rasa takut, anda pun semakin gamang melanjutkan kuliahmu yang sekarang.

Tapi bagaimana juga kondisimu ketika ini, anda layak berbangga sebab berani memilih jurusan yang cocok hati nurani.

Pindah jurusan memang tak kemudian melunasi seluruh harapanmu. Kuliah di jurusan yang anda sukai pun bukan berarti segalanya jadi lebih mudah. Tak ada garansi kamu akan setiap hari menyambangi kampus dengan riang. Belajar dan mengakrabi tugas-tugas harian sudah tentu membuatmu sesekali merasa bosan.

Namun apapun yang anda rasakan ketika ini, anda layak berbangga sebab paling tidak anda sudah jadi seorang pemberani. Kamu berani menciptakan keputusan besar dalam hidupmu. Memilih berhenti dari jurusan yang tak anda sukai dan mantap beralih ke jurusan yang cocok kata hati.

“Success in not final, failure is not fatal: it is the courage to countinue that counts.”

Pindah jurusan berarti mengawali perjalanan dari awal, namun tanggung jawab di baliknya menempamu supaya berkembang dengan maksimal.

Ketika pindah jurusan berarti mengawali semuanya dari awal, hatimu mesti dapat lapang guna menerima. Tak apa andai kamu “terpaksa” pulang ke semester kesatu. Tak masalah andai kamu mesti terbelakang dari teman-temanmu yang seumuran. Tak jadi soal andai ada rekan dan family yang memandang keputusan guna pindah jurusan sebagai suatu kegagalan.

Satu-satunya yang dapat kamu lakukan ialah meyakinkan dirimu sendiri bahwa keputusanmu kali ini sudah cocok hati nurani. Segala konsekuensi dan tanggung jawab dibaliknya bakal siap anda tanggung dengan gagah berani. Kamu percaya bahwa dibalik setiap empiris pastilah tidak jarang kali ada kebajikan dan latihan yang dapat diambil.

Tak terdapat yang terbuang sia-sia, ilmu dan jaringan koneksi yang anda dapatkan besok tetap bakal berguna.

Ada ilmu dan pengetahuan yang menjadikanmu semakin “kaya”. Pernah setahun kuliah di Jurusan Sastra Inggris membuatmu semakin fasih menggunakan Bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan. Ketika kesudahannya masuk Jurusan Ekonomi, keterampilan Bahasa Inggris-mu juga jauh di atas rata-rata andai dibanding teman-teman sekelasmu. Di samping itu, jaringan pertemanan atau koneksimu semakin luas. Di samping ada teman-teman dari lintas jurusan, lebih tidak sedikit dosen dan staf kampus yang pun mengenalmu.

Ingatan mengenai masa kemudian tak seharusnya melemahkanmu. Teruslah melangkah maju demi melanjutkan perjuanganmu!

Dalam suatu perjalanan, terdapat kalanya anda boleh menengok ke belakang supaya bisa belajar dari kekeliruan yang pernah dilakukan. Namun, terdapat kalanya pula anda tak butuh melongok ke masa kemudian karena memori itu yang malah akan melemahkanmu.

Demi dapat meraih mimpi dan cita-citamu, kenanglah masa lalumu dengan teknik yang bijaksana. Yakinlah bahwa tak terdapat yang butuh disesali, tergolong ketika anda memilih pindah jurusan. Satu-satunya yang mesti anda lakukan setelahnya ialah menumpuk kekuatan demi dapat melanjutkan perjalanan dan berjuang supaya bisa berhasil di masa depan.

“Your past is done, so forget it. Your future is yet to come, so dream it. But your present is now, so live it.”

Hei anda yang pernah pindah jurusan, apakah anda pernah menyesali keputusanmu? Semoga tidak ya, sebab memilih jurusan yang cocok hati nurani pun bukan dosa yang mesti disesali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *